Logo SantriDigital

Semngat mencari ilmu

Khutbah Jumat
Y
Yoga Prasetyo
5 Mei 2026 5 menit baca 2 views

الْحَمْدُ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْ...

الْحَمْدُ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Di hadapan Allah Yang Maha Agung, marilah kita renungkan hakikat keberadaan kita. Kita bukanlah makhluk yang diciptakan tanpa tujuan. Setiap helaan napas adalah anugerah, setiap detik adalah kesempatan berharga yang takkan kembali. Di dunia yang fana ini, apa bekal kita? Apa yang akan kita bawa menghadap Sang Pencipta? Pertanyaan-pertanyaan ini, jikalau ditanyakan dengan kejujuran hati, akan mengantar kita pada sebuah kesadaran penting: betapa urgennya ilmu. Ilmu, Saudara-saudaraku seiman, adalah cahaya yang menerangi kegelapan kebodohan. Ia adalah tangga yang membawa kita dari jurang kesesatan menuju puncak kebenaran. Tanpa ilmu, hati kita akan buta, akal kita akan tersesat, dan amalan kita akan sia-sia. Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'anul Karim: قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ "Katakanlah: 'Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?' Sesungguhnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran." (QS. Az-Zumar: 9) Perhatikan firman Allah ini. Ada pembedaan yang tegas antara orang yang berilmu dan yang tidak. Bukan hanya perbedaan kedudukan di dunia, tetapi juga perbedaan nasib di akhirat kelak. Bisakah mata yang tertutup melihat jalan? Bisakah kaki yang terikat melangkah maju? Begitulah kondisi hati dan diri yang tanpa cahaya ilmu. Ia akan terombang-ambing dalam ketidakpastian, bahkan tergelincir dalam dosa tanpa ia sadari. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, sang suri teladan kita, telah mengingatkan kita akan keutamaan ilmu dengan ungkapan yang menusuk relung hati: مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ "Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim) Subhanallah! Sebuah jalan yang *sederhana*, yaitu *mencari ilmu*, ternyata *melancarkan jalan menuju surga*! Bayangkan, Saudaraku. Surga yang penuh kenikmatan abadi, yang tak pernah dilihat mata, tak pernah didengar telinga, dan tak pernah terlintas di hati manusia. Sebuah ganjaran yang begitu besar, hanya dengan sebuah usaha mulia: menuntut ilmu. Betapa terperanjatnya jiwa ini, betapa rapuh diri ini, ketika menyadari betapa sedikit usaha kita untuk menggapai kenikmatan yang tak terperi itu. Seringkali kita menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk kesenangan duniawi yang fana, namun berapa banyak waktu yang kita sisihkan untuk mempelajari ajaran Allah dan Rasul-Nya? Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Mari kita renungkan sejenak, bagaimana cahaya ilmu yang dipancarkan para ulama terdahulu mampu menerangi zaman. Mereka adalah pewaris para nabi. Mereka berjuang, menempuh jarak berkilo-kilometer, menahan lapar dan haus, bahkan mempertaruhkan nyawa, demi satu tujuan: mendapatkan ilmu yang akan menyelamatkan diri dan umatnya. Mereka tidak meminta imbalan duniawi. Hati mereka terpaut pada keridhaan Allah. Bukankah hati kita ini gersang, kering, dan mudah terbakar api dosa justru karena minimnya siraman ilmu agama? Seorang salafus shalih pernah berkata, "Aku melihat dosa bersembunyi dari orang yang berilmu, namun ia terang-terangan menguasai orang yang bodoh." Betapa benarnya. Ilmu adalah benteng pertahanan diri dari serangan syaitan dan hawa nafsu. Tanpa ilmu, kita seperti rumah yang tak berpintu dan tak berjeruji, mudah dimasuki maling. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Janganlah kita menunda-nunda, janganlah kita merasa cukup dengan apa yang kita tahu. Betapapun sedikitnya ilmu yang kita miliki, teruslah tambah. Bacalah Al-Qur'an, pahami tafsirnya. Pelajari hadits, hayati maknanya. Ikuti kajian ilmu agama, datangilah majelis para ulama yang amanah ilmunya. Jadikan setiap kesempatan sebagai ladang untuk menanam benih ilmu. Ingatlah, di setiap tetes tinta ilmu yang tertulis, di setiap huruf yang kita baca, tersembunyi harapan mendekatkan diri kepada Allah. Tidakkah kita rindu bertemu Allah dalam keadaan ridha? Tidakkah kita takut berhadapan dengan-Nya dalam keadaan lalai? Ilmu adalah obatnya. Ilmu adalah jalannya. Ilmu adalah kunci dari segala kebaikan dunia dan akhirat. Marilah, duhai jiwa yang merindu surga, bangkitlah dari kelalaian. Niatkan pencarian ilmu semata-mata karena Allah. Semoga setiap langkah kita, setiap bacaan kita, menjadi saksi di hadapan-Nya, menjadi pemberat timbangan amal kita, dan menjadi cahaya yang menerangi kegelapan kubur kelak. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. * (Kemudian khatib duduk sebentar, lalu berdiri untuk khutbah kedua). الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Ketahuilah, bahwa ilmu itu bukan sekadar pengetahuan yang tersimpan di otak, tetapi ia adalah nurani yang memandu kita. Ia adalah filter yang memisahkan antara kebaikan dan keburukan. Ia adalah kompas yang mengarahkan kita menuju ridha Allah. Alangkah indahnya hidup ini, bilamana setiap detik kita diisi dengan belajar dan mengamalkan ilmu. Betapa bahagianya kita, bilamana kesadaran akan keutamaan ilmu senantiasa membekas di hati. Mari kita tadabburi lagi firman Allah: وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا "Dan Katakanlah: 'Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku'." (QS. Thaha: 114) Ayat ini, Saudaraku, adalah doa yang diajarkan langsung oleh Allah kepada Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam. Jika saja Sang Habibullah saja diperintahkan untuk memohon tambahan ilmu, bagaimana dengan kita? Bukankah ini isyarat bahwa pencarian ilmu itu tiada batasnya, dan setiap muslim wajib untuk terus menambah bekal pengetahuannya. Di dunia ini hanya sebentar, namun bekalan yang dibawa akan dipertanggungjawabkan selamanya. Janganlah kita tertipu oleh usia. Janganlah kita berlindung di balik kesibukan duniawi. Karena kematian itu datang tanpa diundang. Dan di hadapan-Nya, yang pertama kali dihisab adalah shalat, namun setelah itu adalah ilmu. Jika kita tidak memiliki ilmu, bagaimana kita bisa mendirikan shalat dengan benar? Bagaimana kita bisa menjalankan perintah-perintah Allah lainnya dengan sempurna? Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Akhirnya, marilah kita panjatkan doa kepada Allah Ta'ala dengan penuh harap dan khauf. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mencintai ilmu, yang senantiasa haus akan pengetahuan-Mu. Ringankanlah langkah kami untuk mencari ilmu yang bermanfaat. Jauhkanlah kami dari ilmu yang menyesatkan dan dari hati yang lalai. اللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ. (Kemudian khatib membaca tasyahud akhir, lalu salam).

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →